Welcome to my digital world

“Life for nothing or die for something”

Ini adalah blog personal saya, yang terbentuk karena terinspirasi dari orang lain sekaligus sebagai media untuk berlatih menulis, mengemukakan pendapat dan berbagi kisah yang sebagian besar dari pengalaman sendiri yang mungkin bisa bermanfaaat bagi diri sendiri, keluarga maupun orang lain.

Disclaimer: seluruh ilustrasi penunjang artikel (gambar, foto, diagram, kutipan, dll disertakan pula sumbernya). Ilustrasi yang tidak memiliki sumber merupakan milik pribadi atau diambil dari web penyedia ilustrasi gratis.

Menulis, Kenapa Nggak?

Setelah sekian lama akhirnya saya memutuskan untuk kembali menulis. Bisa dibilang, ini adalah reinkarnasi dari web saya sebelumnya, yanuarchandraw.com yg telah gugur karena gak (sanggup) bayar sewa hosting lagi, hehe… Anyway, Untuk apa sih repot-repot menulis?

Well… butuh waktu lama untuk meyakinkan saya bahwa menulis itu penting. Menulis apa? Ya apapun. Pengalaman, informasi, pekerjaan, hobi, perasaan, yang kira-kira layak untuk dibagikan ke publik.

Untuk apaan sih? Sebelum saya jawab, coba deh simak dulu tulisan di bawah.

Pernah gak sih kita merasa terbantu karena ada orang yang menulis atau menyediakan sesuatu di internet? Entah itu berupa informasi atau link download blog atau web profesional. Ketika kita dapatkan, ada rasa puas bukan?

Tapi pernah kah terpikir, kita bisa dapatkan itu bukan karena ada mbah google, tapi karena ada orang lain yang “bersedia” untuk berbagi itu semua?

Itu salah satu asalan kenapa sy kembali menulis di dunia maya. Berawal dari butuh informasi mengenai syarat dan cara membuat Alien Card Registration dengan visa F3 (dependent family) di Korea Selatan.

Percaya gak, kalau dulu di web resmi kedutaan besar Korea Selatan tidak tersedia informasi itu?

Aneh kan. Apakah saya bingung waktu itu? Oohh jelas. Kemana lagi sy cari informasi? Untungnya ada salah satu blog yang bersedia menulis pengalaman pribadinya bagaimana mengurus ARC dengan visa F3. Saya bisa menghemat waktu dan tenaga berkat informasi tersebut.

Belum lagi ketika saya butuh informasi cara tinggal di luar negeri, materi untuk tugas kuliah, pekerjaan / proyek, lagu, film, atau video sekedar untuk refreshing?

Atau ketika kita pernah termotivasi karena tulisan atau pengalaman orang lain, baik dalam bentuk buku ataupun blog. Semua sudah tersedia, semua tinggal klik klik dan klik.

Nah, semua itu ada karena ada orang atau pihak yang menyediakan itu, baik secara gratis atau komersil. Dari sini juga sy berpikir, daripada pengalaman itu saya pendam sendiri, mungkin alangkah lebih baik kalalu beberapa pengalaman atau informasi yang sy punya bisa di-share sehingga bisa bermanfaat bagi orang lain.

Ditambah, saran dari guru sekaligus dosen pembimbing saya sewaktu kuliah dulu untuk berbagi informasi dan pengalaman dengan channel Youtube atau tulisan. Berbagi video rasanya belum siap, tapi kalau tulisan, sepertinya bisa. Sekaligus jadi kesempatan yang bagus untuk belajar mencoba platform WordPress. Sebelumnya, saya selalu mengelola web menggunakan platform Joomla.

Untuk sekedar pembuka, itu saja dulu yg bisa saya tulis. Masih ada banyak manfaat dan alasan mengapa saya akhirnya mencoba untuk menulis.

Baca juga: Mengapa perlu menulis? Masih relevan kah dengan jaman now?

Selamat datang di blog saya dan selamat membaca.

Salam,
YCW

Recent Posts

Dosen Vs Mahasiswa

Pagi itu, Sabtu jam 07.16 di kampus diploma, pintu diketuk, tampak 2 mahasiswa, “Maap pak, boleh kami masuk?” Sy jawab, “Nggak! anda telat 1 menit. Sesuai kesepakatan di awal pertemuan, toleransi telat 15 menit” “Tapi pak…” belum sempat dia selesai, langsung sy potong. “Iya, sy tau cuma 1 menit doank kan? Kalau sy izinkan anda …

Demi Selembar Kertas

Banyak yg bilang bahwa ijazah, transkip nilai, sertifikat, dll itu penting buat karir. Ya memang sih, saya gak menyangkal itu Bahkan untuk sekedar lanjut kuliah di luar negeri aja, minimal harus ada sertifikat yg menyatakan kita bisa berbahasa inggris Tapi tahu gak sih kalian, kalau nilai TOEFL sy tidak memenuhi syarat? (dulu masih bisa pakai …

Dosen Tukang Nunjuk

Dulu waktu kuliah S1, tempat duduk paling favorit adalah di tengah kelas atau di bagian belakang. Kenapa? Karena disitulah posisi paling uenak buat sekedar main hape apalagi buat tidur siang Tapi itu semua gak berlaku kalau yg masuk adalah dosen yg dikit-dikit suka nunjuk mahasiswa. “Mas yg pake baju merah, menurut anda, persamaan ini bisa …

Kangen Ngajar

Dulu waktu kecil kalau ditanya cita-cita jadi apa, jawabannya gunta-ganti. Mulai dari dokter, polisi sampai mentok di insinyur teknik Walau akhirnya, setelah melalui drama panjang akhirnya jadi insinyur / sarjana teknik itu kesampean, tapi gak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa profesi sy akan menjadi seorang (mantan) dosen di IPB.  Apakah karena dulu sewaktu S1 maupun S2 …

(Versi videonya bisa dilihat di IG)

Totalitas Rasa Ampas

Ada satu mata kuliah disini yg lumayan menantang, namanya Special Topics of Water Quality Management. Dipegang oleh Prof. Morgane dari Perancis. Orangnya kelihatan masih muda (kayanya sih), tegas, lugas, enerjik dan kalau ngajar, dialek perancis-ya masih kental ketika bicara bahasa inggris. Kenapa menantang? Dari 14 pertemuan, kuliahnya cuma 7 pertemuan alias cuma sampai sebelum UTS. …

Menyuapi Anak itu Tantangan!

“Hey Zil, udah kosong kan mulutnya. Mam lagi ya, aaammmm” Trus Zizil menggeleng kemudian asik bermain sama mainannya. Gagal. Coba lagi. “Eh ini liat nih, beruangnya mau ikutan mam. Zizil juga yaaa, buka mulutnya. Aaam…” dan akhirnya berhasil. Itulah rutinitas yg tiap pagi sy lakukan sebelum berangkat ke kampus: nyuapin sarapan anak. Kami berbagi tugas, …

Cara Urus Alien Card Registration dari Visa F3 Korea Selatan: Pengalaman Pribadi

Di artikel sebelumnya, saya sudah bahas bagaimana cara memperoleh visa F3. Nah, kali ini saya akan coba tulis pengalaman ketika mengurus alien card bagi pemegang visa F3. Saya ngurus alien card untuk anak dan istri tanpa agen, alias ngurus sendiri. Nah, walaupun sebenarnya mudah, tetapi ada sedikit masalah yang menyebabkan istri hampir dianggap sebagai imigran …

Santuy dan Tetap Stay Cool: Kisah Kawan di Korea Selatan

Awal tinggal di Korea Selatan sebagai mahasiswa baru merupakan masa-masa sulit. Jauh dari keluarga dan kerabat, keterbatasan komunikasi, susahnya mencari makanan halal, dll. Praktis hanya teman, terutama teman dari satu negara sebagai tempat berbagi dan berkeluh kesah. Untungnya, di kampus ada beberapa mahasiswa dari Indonesia, walaupun gak banyak, hanya 7 orang yg saya kenal. Dari …

Belajar Bahasa Korea itu (memang) Penting (petaka di KBRI Seoul)

Siang itu, sy pergi ke KBRI Seoul untuk yang ketiga kalinya, mau buat surat keterangan nikah + legalisasi akte kelahiran anak (baca juga: Proses Panjang Mengurus National Health Insurance Service (NHIS) di Korea Selatan (Pengalaman Pribadi, Episode 1). Semua dokumen sudah saya siapkan dari rumah, sehingga pas datang tinggal serahkan dan duduk manis sambil menunggu. …

Loading…

Something went wrong. Please refresh the page and/or try again.